Selasa, 06 Desember 2016

Pengorganisasian Warga Komunitas






PENGORGANISASIAN WARGA KOMUNITAS
(TugasResposiPengembanganMasyarakat)




Oleh

Kelompok 2
   FebriAdeliaFitri                      1514131052 
AminahCandraKasih             1514131063
   PujiAritaLestari                       1514131079
   ChairilIhsan                             1514131068
   Riswanto                                 1514131096







JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016



HASIL DAN PEMBAHASAN


A.    GAMBARAN UMUM KELOMPOK TANI

Kelompok tani sumber rejeki merupakan salah satu Kelompok tani yang  keanggotaannya terletak di Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung Selatan. Kelompok tani sumber rejeki didirikan pada tahun 2007 hingga sekarang masih berstatus aktif. Kelompok tani ini di ketuai oleh bapak Suwanto yang sekaligus merupakan  seorang PPL Swadaya. Pemilihan ketua kelompok dilakukan secara langsung atau dengan ditunjuk langsung oleh anggota karena keahlian yang dimiliki.

Kelompok tani ini beranggotakan  20 orang, yang dipastikan sudah memiliki pengalaman yang banyak dalam menanam tananam sayuran dan tanaman pangan. Kelompok tani  ini menanam berbagai macam komoditas  tanaman sayur dan tanaman pangan misalnya tanaman sayur yaitu kacang panjang,terong,cabai, dan pada tanaman pangan yaitu padi sawah dan jagung. Kelompok tani sumber rejeki di bentuk bertujuan agar warga atau masyarakat di desa tersebut memiliki hubungan kekeluargaan yang lebih erat, pengetahuan tentang bertani lebih luas, dapat merubah perilaku para petaninya,dan dapat merubah pola pikir dalam usaha taninya agar lebih maju. Selain itu kelompok tani sumber rejeki juga memiliki tujuan untuk memajukan desa dan menjadikan masyarakatnya menjadi lebih aktif dalam berorganisasi.







B.  IDENTITAS RESPONDEN

Nama                                       : Suwanto
Umur                                       : 44 tahun
Alamat                                    : Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan                                                         Natar,Lampung Selatan
No hp                                      : 085279914336
Jumlah anggota keluarga         : 5 orang
Jabatan                                                : ketua kelopok tani Sumber Rejeki dan PPL                                                               Swadaya

Kami melakukan turun lapang ke Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung Selatan. Pada hari kamis 1 Desember 2016 pukul 13.00-16.20 WIB. Disana kami mewawancarai salah satu kelompok tani yang bertama kelompok tani Sumber Jeki. Kelompok tani ini diketuai oleh bapak Suwanto. Selain sebagai ketua bapak suwanto sendiri merupakan PPL Swadaya yang da didesa tersebut. Bapak suwanto lahir di pringsewu 4 oktober 1972 yang sekarang berumur 44 tahun. Bapak suwanto memiliki 1 istri dan 3 orang anak yakni 2 perempuan dan 1 laki-laki. Bapak suwanto lahir di Fajar baru, 16 juni 1967 yang sekarang berumur 44 tahun.
Bapak suwanto menjabat sebagai ketua kelompok tani sudah hampir 7 tahun yakni mulai dari tahun 2007. selain sebagai ketua kelompok dan berprofesi sebagai PPL swadaya pak suwanto juga menghabiskan waktunya dengan bertanam di Ladang. Ladang tersebut berasal dari orang tuanya dan hasilnya nanti akan dibagi dua. Tanaman yang ada di Ladang pak suwanto bermacam-macam seperti, tanamanan kacang panjang, cabe merah , terong, tomat dan juga jagung. Dalam sekali proses penanaman hingga pemanenan bapak suwanto membutuhkan waktu kurang lebih sebanyak 130 hari. Setelah itu dilakukan proses pemanenan dan pemasaran. Pemasaran yang dilakukan pak suwanto adalah secara langsung kepada para penjual. Penjual datang langsung keladang pak suwanto lalu membeli hasil yang dipanen ileh bapak suwanto.
C.  PROGAM KELOMPOK TANI

Program yang ada dikelompok tani sumberjeki adalah sebagai berikut:
·         Program yang dibuat sendiri : -
·         Program yang di buat pemerintah
1.      Padi,jagung,kedelai (PAJALE)
2.      Benih jagung
3.      Sumur Bor
·         Program yang dibuat pemerintah dan petani
1.  Penyuluh Pertanian Lapang

Kelompok tani sumberjeki ini belum melakukan pembuat program sendiri karena keterbatasan peran yang ada dikelompok tani ini sehingga belum bisa menciptakan program sendiri. Kelompok tani ini menjalankan program yang diberikan pemerintah seperti program PAJALE, pemberian benih jagung dan pembuatan sumur bor,serta pemberian pupuk. Dari sekian banyak program tersebut program yang baru berjalan dikelompok tani ini adalah PAJALE, benih jagung dan sumur bor.

Sebelum menjalankan program tersebut terlebih dahulu kelompok tani ini harus membuat RDKK. Pembuatan RDKK ini bertujuan agar program yang diajukan dapat terlaksana dengan baik dan cepat untuk disetujui oleh pemerintah. Sedangkan program yang dijalankan oleh keduanya atau gabungan dari program pemerintah dan kelompok tani adalah dalam melakukan PPL, penyuluhan di balai desa dan program melakukan kerjasama dengan suatu perusahaan dimana perusahaan akan memberikan modal kepada kelompok tani kemudian hasil yang diperoleh oleh kelompok tani tersebut dijual kembali kepada perusahaan atau dengan kata lain kelompok tani dan perusahaan menerapkan sistem bagi hasil.

Dengan adanya program tersebut membuat masyarakat menjadi sangat antusias dalam kegiatan . Semua anggota kelompok ikut berpartisipasi dalam setiap program sehingga program yang sudah dikoordinir oleh penyuluh dapat berjalan dengan lancar. Sifat dari program seperti PAJALE dan benih jagung hanya sementara karena jika masyarakat tidak membuat RDKK maka program tersebut tidak akan terlaksana sedangkan program sumur bor terus berkembang dan selalu digunakan oleh masyarakat karena program ini bersifat tahan lama.

Hasil yang diperoleh dari program tersebut adalah terciptanya sumur bor yang dapat membantu memudahkan kehidupan masyarakat sekitar. Adanya bantuan berupa benih dari pemerintah yang dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh petani dan terciptanya program baru berupa program PAJALE.

D.  POLA PENGORGANISASIAN YANG TEPAT DI TERAPKAN

 Dalam setiap kelompok tani pasti selalu ada kendala yang dihadapi. Dalam  kelompok tani sumberjeki ini kendala yang dihadapi adalah :
a.         Masyarakat tidak ada kemauan sendiri harus ada ajakan dari pengurus        dengan kata lain tidak ada inisiatif.
b.         Masyarakat jika tidak ada ajakan dari pengurus tidak ada pergerakan          dengan kata lain masyarakat kurang aktif
c.         Ketika kelompok tani memiliki program dan akan di ajukan ke         pemerintah, pemerintah kurang menanggapi.

Sehingga pola pengorganisasian yang tepat diterapkan adalah dengan memberikan banyak alternatif kepada masyarakat dan melakukan musyawarah. Dalam pemecahan permasalahan dilakukan secara musyawarah sehingga ketemu mufakat. Alternatif yang digunakan adalah harus ada ajakan dari pemerintah dan terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar lebih aktif dalam setiap kegiatan, meningkatkan kreativitas kelompok dan meningkatkan jalur koordinasi dari anggota,masyarakat dan pemerintah sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai tujuan yang diharapkan.

E. PROGRAM ALTERNATIF

Menurut kelompok kami program alternatif yang sesuai diterapkan di Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung Selatan kepada kelompok tani sumberjeki adalah sebagai berikut:

1. Penambahan komoditas

Kami memilih program alternatif ini karena didesa komoditas yang dipilih untuk di tanam masih sangat sedikit dan jika komoditasnya ditambah diharapkan agar kelompok tani akan lebih berkembang dari sebelumnya.

2.  Pembuatan pupuk kompos

Pembuatan pupuk kompos ini akan membantu petani dalam kegiatan pertaniannya. Kami memilih ini karena didesa program pupuk sulit untuk terlaksana yang disebabkan oleh kurangnya respon dari pemerintah, harus mengajukan RDKK . setelah pupuknya turun pembagian pupuk tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan atau dengan kata lain dibatasi setiap anggota.

3.  Penyuluhan secara berkala

Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih mengerti dan aktif dalam kegiatan pertanian sehingga dibutuhkan penyuluhan secara terjadwal bagi masyarakat. Penyuluh swadaya harus lebih aktif dalam memotivasi masyarakat untuk memudahkan berjalannya program dan meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara anggota,penyuluh dan masyarakat di desa tersebut.











LAMPIRAN











 Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3



Gambar 4


Gambar 5


Gambar 6


Gambar 7

Gambar 8


Gambar 9