PENGORGANISASIAN
WARGA KOMUNITAS
(TugasResposiPengembanganMasyarakat)
Oleh
Kelompok 2
FebriAdeliaFitri 1514131052
AminahCandraKasih 1514131063
AminahCandraKasih 1514131063
PujiAritaLestari 1514131079
ChairilIhsan 1514131068
Riswanto 1514131096
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN
UMUM KELOMPOK TANI
Kelompok tani sumber
rejeki merupakan
salah satu Kelompok tani
yang keanggotaannya terletak di Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung
Selatan. Kelompok tani sumber rejeki didirikan pada tahun 2007 hingga sekarang
masih berstatus aktif. Kelompok tani ini di ketuai oleh bapak Suwanto yang
sekaligus
merupakan seorang PPL Swadaya.
Pemilihan
ketua kelompok dilakukan secara langsung atau dengan ditunjuk langsung oleh
anggota karena keahlian yang dimiliki.
Kelompok tani ini beranggotakan 20 orang, yang
dipastikan sudah memiliki pengalaman yang banyak dalam menanam tananam sayuran
dan tanaman pangan. Kelompok tani ini menanam berbagai macam komoditas tanaman sayur dan tanaman pangan misalnya tanaman sayur yaitu kacang
panjang,terong,cabai, dan pada tanaman pangan yaitu padi sawah dan jagung.
Kelompok tani sumber rejeki di bentuk bertujuan agar warga atau masyarakat di
desa tersebut memiliki hubungan kekeluargaan yang lebih erat, pengetahuan tentang bertani lebih luas, dapat
merubah perilaku para petaninya,dan dapat merubah pola pikir dalam usaha
taninya agar lebih maju. Selain itu kelompok tani sumber rejeki juga memiliki
tujuan untuk memajukan desa dan menjadikan masyarakatnya menjadi lebih aktif
dalam berorganisasi.
B. IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Suwanto
Umur :
44 tahun
Alamat : Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung
Selatan
No hp :
085279914336
Jumlah anggota keluarga : 5
orang
Jabatan :
ketua kelopok tani Sumber Rejeki dan PPL Swadaya
Kami melakukan turun lapang ke Desa
Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung Selatan. Pada hari kamis 1 Desember 2016 pukul 13.00-16.20 WIB.
Disana kami mewawancarai salah satu kelompok tani yang bertama kelompok tani
Sumber Jeki. Kelompok tani ini diketuai oleh bapak Suwanto. Selain sebagai
ketua bapak suwanto sendiri merupakan PPL Swadaya yang da didesa tersebut.
Bapak suwanto lahir di pringsewu 4 oktober 1972 yang sekarang berumur 44 tahun.
Bapak suwanto memiliki 1 istri dan 3 orang anak yakni 2 perempuan dan 1
laki-laki. Bapak suwanto lahir di Fajar baru, 16 juni 1967 yang sekarang berumur
44 tahun.
Bapak suwanto menjabat sebagai ketua kelompok tani sudah hampir 7 tahun
yakni mulai dari tahun 2007. selain sebagai ketua kelompok dan berprofesi
sebagai PPL swadaya pak suwanto juga menghabiskan waktunya dengan bertanam di
Ladang. Ladang tersebut berasal dari orang tuanya dan hasilnya nanti akan
dibagi dua. Tanaman yang ada di Ladang pak suwanto bermacam-macam seperti,
tanamanan kacang panjang, cabe merah , terong, tomat dan juga jagung. Dalam
sekali proses penanaman hingga pemanenan bapak suwanto membutuhkan waktu kurang
lebih sebanyak 130 hari. Setelah itu dilakukan proses pemanenan dan pemasaran.
Pemasaran yang dilakukan pak suwanto adalah secara langsung kepada para
penjual. Penjual datang langsung keladang pak suwanto lalu membeli hasil yang
dipanen ileh bapak suwanto.
C. PROGAM
KELOMPOK TANI
Program
yang ada dikelompok tani sumberjeki adalah sebagai berikut:
·
Program yang dibuat sendiri : -
·
Program
yang di buat pemerintah
1.
Padi,jagung,kedelai
(PAJALE)
2.
Benih
jagung
3.
Sumur
Bor
·
Program
yang dibuat pemerintah dan petani
1. Penyuluh
Pertanian Lapang
Kelompok
tani sumberjeki ini belum melakukan pembuat program sendiri karena keterbatasan
peran yang ada dikelompok tani ini sehingga belum bisa menciptakan program
sendiri. Kelompok tani ini menjalankan program yang diberikan pemerintah
seperti program PAJALE, pemberian benih jagung dan pembuatan sumur bor,serta
pemberian pupuk. Dari sekian banyak program tersebut program yang baru berjalan
dikelompok tani ini adalah PAJALE, benih jagung dan sumur bor.
Sebelum
menjalankan program tersebut terlebih dahulu kelompok tani ini harus membuat
RDKK. Pembuatan RDKK ini bertujuan agar program yang diajukan dapat terlaksana
dengan baik dan cepat untuk disetujui oleh pemerintah. Sedangkan program yang
dijalankan oleh keduanya atau gabungan dari program pemerintah dan kelompok
tani adalah dalam melakukan PPL, penyuluhan di balai desa dan program melakukan
kerjasama dengan suatu perusahaan dimana perusahaan akan memberikan modal
kepada kelompok tani kemudian hasil yang diperoleh oleh kelompok tani tersebut
dijual kembali kepada perusahaan atau dengan kata lain kelompok tani dan
perusahaan menerapkan sistem bagi hasil.
Dengan
adanya program tersebut membuat masyarakat menjadi sangat antusias dalam
kegiatan . Semua anggota kelompok ikut berpartisipasi dalam setiap program
sehingga program yang sudah dikoordinir oleh penyuluh dapat berjalan dengan
lancar. Sifat dari program seperti PAJALE dan benih jagung hanya sementara
karena jika masyarakat tidak membuat RDKK maka program tersebut tidak akan
terlaksana sedangkan program sumur bor terus berkembang dan selalu digunakan
oleh masyarakat karena program ini bersifat tahan lama.
Hasil
yang diperoleh dari program tersebut adalah terciptanya sumur bor yang dapat
membantu memudahkan kehidupan masyarakat sekitar. Adanya bantuan berupa benih
dari pemerintah yang dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh petani dan
terciptanya program baru berupa program PAJALE.
D. POLA PENGORGANISASIAN
YANG TEPAT DI TERAPKAN
Dalam setiap kelompok tani pasti selalu ada
kendala yang dihadapi. Dalam kelompok
tani sumberjeki ini kendala yang dihadapi adalah :
a.
Masyarakat
tidak ada kemauan sendiri harus ada ajakan dari pengurus dengan kata lain tidak ada inisiatif.
b.
Masyarakat
jika tidak ada ajakan dari pengurus tidak ada pergerakan dengan kata lain masyarakat kurang aktif
c.
Ketika
kelompok tani memiliki program dan akan di ajukan ke pemerintah,
pemerintah kurang menanggapi.
Sehingga
pola pengorganisasian yang tepat diterapkan adalah dengan memberikan banyak
alternatif kepada masyarakat dan melakukan musyawarah. Dalam pemecahan
permasalahan dilakukan secara musyawarah sehingga ketemu mufakat. Alternatif
yang digunakan adalah harus ada ajakan dari pemerintah dan terus memberikan motivasi
kepada masyarakat agar lebih aktif dalam setiap kegiatan, meningkatkan
kreativitas kelompok dan meningkatkan jalur koordinasi dari anggota,masyarakat
dan pemerintah sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai tujuan
yang diharapkan.
E. PROGRAM ALTERNATIF
Menurut
kelompok kami program alternatif yang sesuai diterapkan di Desa Kerawang Sari,Dusun Jepang,Kecamatan Natar,Lampung
Selatan
kepada kelompok tani sumberjeki adalah sebagai berikut:
1.
Penambahan komoditas
Kami
memilih program alternatif ini karena didesa komoditas yang dipilih untuk di
tanam masih sangat sedikit dan jika komoditasnya ditambah diharapkan agar
kelompok tani akan lebih berkembang dari sebelumnya.
2. Pembuatan pupuk kompos
Pembuatan
pupuk kompos ini akan membantu petani dalam kegiatan pertaniannya. Kami memilih
ini karena didesa program pupuk sulit untuk terlaksana yang disebabkan oleh
kurangnya respon dari pemerintah, harus mengajukan RDKK . setelah pupuknya
turun pembagian pupuk tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan atau dengan
kata lain dibatasi setiap anggota.
3. Penyuluhan secara berkala
Hal
ini bertujuan agar masyarakat lebih mengerti dan aktif dalam kegiatan pertanian
sehingga dibutuhkan penyuluhan secara terjadwal bagi masyarakat. Penyuluh swadaya
harus lebih aktif dalam memotivasi masyarakat untuk memudahkan berjalannya
program dan meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara anggota,penyuluh dan
masyarakat di desa tersebut.
LAMPIRAN
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 6
Gambar 7
Gambar 8
Gambar 9



Tidak ada komentar:
Posting Komentar